Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali
kekayaan alam dan juga budaya. Salah satu kekayaan budaya asli Indonesia adalah
kesenian yang berasal dari kota Malang, Jawa Timur yaitu kesenian “Bantengan”.
Kesenian ini merupakan kesenian asli dari masyarakat Malang. Kekreatifan mereka
dalam menciptakan kesenian ini sangat membanggakan bagi Indonesia. Hal ini
dikarenakan kesenian bantengan ini sudah dikenal oleh masyarakat mancanegara.
Apalagi saat ini apresiasi masyarakat terhadap kesenian bantengan ini begitu
besar dan kuat. Buktinya pada saat ini banyak sekali sanggar-sanggar atau wadah
suatu perkumpulan bagi pecinta Bantengan.
Dengan adanya perkumpulan-perkumpulan itu, otomatis kesenian bantengan akan
tetap ada dan terus dilestarikan oleh anak-anak dan cucu-cucu kita kedepannya.
Selain
itu Malang juga terkenal dengan kerajinannya seperti,
Topeng Malangan, Keramik Dinoyo, Tari Malangan dan Jarang Kepang.
Bangunan tuanya juga tak kalah menggoda, seperti Tokok Es Krim “Oen”, Gereja
Kayu Tangan, Rumah Makan Inggil dan lain-lain.
Dan wisata sejarah yang tak kalah menariknya adalah
mengunjungi candi-candi yang ada. Malang juga disebut sebagai kota seribu
candi. Karena Berbagai candi ada di Kota ini, mulai dari Candi Singosari, Candi
Badut, Candi Sumberawan dan lain-lain.
Selain kaya akan budaya dan kerajinannya, kota Malang juga
kaya akan makanan khas yang memiliki citarasa enak dan menggugah selera bagi
konsumennya. Salah satunya adalah Bebek Goreng H.Slamet. Tempat makan ini
terletak di Jl.Soekarno Hatta Malang. Makanan ini sangat terkenal hingga
masyarakat luar kota mengetahuinya. Banyak sekali orang luar kota yang sengaja
datang kesini hanya untuk menyantap makanan ini. Hampir setiap harinya pula
tempat makan ini selalu ramai pembeli. Parkiran selalu penuh dengan
kendaraan-kendaraan bermotor baik mobil ataupun sepeda motor.
Yang paling terakhir, ciri khas Malang sekali
adalah bahasa Walikan. Dimana biasanya para penduduk asli Malang suka
menggunakan bahasa walikan. Bahasa walikan adalah bahasa yang dibolak-balik
seperti makan jadi nakam dan lain-lain.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar